çamaşır kurutma askısı

SEKILAS PENDAFTARAN BERAS

beras

REGULASI :

  • Permentan Nomor 51/2008 tentang “Syarat dan TatacaraPendaftaran PSAT.”
  • PermentanNomor 31/PERMENTAN/PP.130 /8/2017 tentang “Kelas Mutu Beras”
  • PermendagNomor57/M·DAG/PER/8/2017 tentang “Penetapan Harga Eceran Tertinggi(HET)Beras”;
  • Permentan Nomor 48/Permentan/Pp.130/12/2017 tentang “Beras Khusus”

ISTILAH DALAM PENDAFTARAN BERAS :

  •  Laporan hasil uji mutu adalah informasi tentang kelas mutu beras premium atau medium, diterbitkan oleh laboratorium pengujian yang telah diakreditasi.
  • Beras dalam kemasan adalah beras yang dikemas dan bermerek untuk tujuan perdagangan.
  • Pernyataan diri (self declare) adalah surat pernyataan dari pelaku usaha yang memproduksi dan/atau mengedarkan beras dalam kemasan tentang kesesuaian kelas mutu beras dengan klaim pada kemasan, yang dibuktikan dengan laporan hasil uji mutu.
  • Pangan dalam (PD) adalah pangan yang diproduksi di dalam negeri baik berasal dari bahan baku lokal maupun asal pemasukan.
  • Pangan luar (PL) adalah pangan yang diproduksi di luar negeri dan langsung diedarkan tanpa mengalami perlakuan tertentu.
  • Produk dengan lisensi adalah produk dengan izin yang diberikan oleh pemegang paten kepada pihak lain berdasarkan perjanjian pemberian hak untuk menikmati manfaat ekonomi dari suatu paten yang diberikan perlindungn dalam jangka waktu dan syarat tertentu

TATA CARA PENDAFTARAN :

  • Mengisi Formulir Pendaftaran dengan dibubuhi materai secukupnya;
  • Verifikasi kelengkapan dokumen pendaftaran;
  • Ketua OKKP-D menugaskan auditor untuk melaksanakan penilaian;
  • Auditor melakukan audit kecukupan  dokumen dan menjadwalkan audit lapang;
  • Hasil penilaian auditor dilaporkan kepada Ketua OKKP-D;
  • Temuan ketidaksesuaian diselesaikan sesuai dengan kesepakatan antara pemohon dengan auditor, selambat-lambatnya 90 (sembilan puluh) hari setelah audit dilakukan;
  • Auditor melakukan verifikasi atas tindakan perbaikan apabila masih ada perbaikan/belum diterima, harus segera diinformasikan kepada pemohon;
  • Tindakan perbaikan dinyatakan diterima disampaikan kepada bagian teknis OKKP-D untuk dijadwalkan dalam Rapat Komisi Teknis;
  • Komisi teknis merekomendasikan penundaan/penolakan/persetujuan pemberian nomor pendaftaran kepada Ketua/Sekretaris  OKKPP/D;
  • Penundaan pemberian nomor pendaftaran disampaikan kepada pemohon untuk dilakukan tindakan perbaikan dalam jangka waktu maksimal 30 (tiga puluh) hari terhitung sejak diterimanya pemberitahuan penundaan. Apabila pemohon dalam jangka waktu yang telah ditetapkan tidak dapat menyelesaikan  tindakan perbaikan, maka permohonan dinyatakan dianggap ditarik kembali;
  • Penolakan pemberian nomor pendaftaran disampaikan kepada pemohon, dengan disertai alasan penolakan;
  • Persetujuan pemberian nomor pendaftaran disampaikan kepada pemohon
  • Masa berlaku nomor pendaftaran selama 5 (lima) tahun;
  • Pelaku usaha  yang telah mendapatkan nomor pendaftaran, wajib menyampaikan laporan secara berkala setiap 6 (enam) bulan sekali mengenai kegiatannya kepada Ketua OKKP-D.

PERSYARATAN ADMINISTRASI :

  1. Copy Kartu Tanda Penduduk pemohon
  2. Copy Nomor Pokok Wajib Pajak/NPWP
  3. Copy Akte pendirian perusahaan dan perubahannya*
  4. Copy surat penetapan kelompok/akte notaris atau AD/ART untuk poktan/ gapoktan/koperasi
  5. Surat Izin Usaha Perdagangan/SIUP dengan ruang lingkup pertanian*
  6. Copy Tanda Daftar Perusahaan*
  7. Copy Surat Izin Tempat Usaha
  8. Copy Sertifikat Merk Dagang bagi produk yang mencantumkan ™ dan/atau®
  9. Surat pernyataan diri tentang kelas mutu beras dengan melampirkan laporan hasil uji mutu
  10. Sertifikat jaminan mutu dan keamanan pangan dan/atau laporan hasil pengujian keamanan pangan yang diterbitkan oleh laboratorium pengujian yang telah diakreditasi paling lama 6 bulan terakhir dapat dilampirkan
  11. Kontrak kerja bagi pemberi jasa maklon

*) dikecualikan untuk poktan/gapoktan/koperasi

PERSYARATAN TEKNIS :

1 Telah menerapkan sanitasi higiene
2 Denah tata letak penanganan produk
3 Surat keterangan isi produk
4 Daftar Pemasok
5 Bagan alur proses
6 Prosedur Operasi Standar (SOP) dan Prosedur Operasi Standar Sanitasi (SSOP)
7 Copy sertifikat sesuai klaim apabila mencantumkan klaim pada label (contoh :Halal, SNI, Organik,dll)
8 Surat Lisensi untuk produk berlisensi
9 Rancangan kemasan produk dan label sesuai persyaratan pelabelan produk pangan **

(*) bila ada dapat dilampirkan
(**)persyaratan permohonan

KELAS MUTU BERAS :

No. Komponen Mutu Satuan Kelas Mutu
Medium Premium
 1. Derajat Sosoh (minimal)

%

95

95*

2. Kadar Air (maksimal)

%

14

14*

3. Beras Kepala (minimal)

%

75

85

 4. Butir Patah (maksimal)

%

25

15*

 5. Total butir beras lainnya(maksimal), terdiri atas Butir Menir, Merah, Kuning/Rusak, Kapur

%

5

0

6. Butir Gabah (maksimal)

(Butir/

1OO g)

1

0

 7. Benda Lain (maksimal)

%

0,05 0

*) persyaratan premium/medium permendag 57/M·DAG/PER/8/2017

 

BERAS KHUSUS :

 NO Jenis Persyaratan
 1. Beras untuk Kesehatan. Terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan.
 2. Beras Organik. Bersertifikat yang diterbitkan oleh Lembaga Sertifikasi Organik.
 3. Beras Indikasi Geografis.
  1. Terdaftar di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia; atau
  2. Varietas lokal yang telah mendapatkan pelepasan oleh Menteri Pertanian .
 4. Beras tertentu yang tidak dapat diproduksi di dalam negeri. Sertifikat yang diterbitkan lembaga berwenang di negara asal.

Nomor pendaftaran merupakan tanda kesesuaian yang dikeluarkan oleh lembaga berwenang (Otoritas Kompeten Keamanan Pangan) yang menyatakan bahwa produk yang telah memiliki nomor pendaftaran telah memenuhi persyaratan minimal keamanan pangan dan sanitasi higiene proses produksi dan distribusi. Produsen beras yang telah mendapatkan nomor pendaftaran wajib memenuhi ketentuan yang dipersyaratkan pada Permentan 51 tahun 2008 tentang syarat dan tatacara pendaftaran PSAT

PELABELAN :

  • Ketentuan tentang pelabelan sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku.
  • Informasi khusus yang wajib dicantumkan pada label produk beras:
  • Kelas mutu beras
  • Harga Eceran Tertinggi (HET)
  • Nomor Pendaftaran
  • Penulisan informasi dalam pelabelan harus mudah dibaca, proporsional dan tidak mudah terhapus