çamaşır kurutma askısı

Apakah Memberi Makan Daging Mentah Baik untuk Anjing atau Kucing?

WhatsApp Image 2019-02-13 at 11.48.51 AM

Daging mentah dapat membawa kuman-kuman (bakteri), larva (kista) cacing, dan larva (kista) protozoa. Hal ini tentunya tidak baik untuk kesehatan hewan pelihara. Daging tetap harus dimasak matang agar aman dikonsumsi hewan pelihara kita.

Memang larva (kista) cacing dan protozoa dapat dimatikan dengan cara membekukan daging pada suhu minus 20 derajat Celcius 2-7 hari, tetapi cara tersebut tidak dapat membunuh bakteri yang mungkin ada pada daging. Pada suhu beku, bakteri tidur dan akan aktif kembali saat daging mencair.

Bakteri patogen (yang dapat menyebabkan sakit) yang mungkin terdapat dalam daging antara lain Salmonella, Escherichia coli, Listeria, dan Campylobacter (terutama daging ayam). Bakteri tersebut dapat menyebabkan gangguan pencernaan, bahkan dapat memengaruhi (menginfeksi) organ lainnya seperti hati, ginjal, dan selaput otak, yang dapat mengakibatkan kematian.

Selain itu, pemberian daging mentah kepada hewan pelihara memiliki risiko juga bagi pemilik, misalnya saat menangani atau memegang daging mentah. Bakteri pada daging dapat mencemari tangan dan tangan akan mencemari makanan lain (untuk manusia). Beberapa studi bahkan melaporkan bahwa anjing yang diberi daging mentah yang mengandung (tercemar) bakteri akan memindahkan bakteri tersebut melalui jilatannya. Tentunya ini sangat berbahaya bagi anak-anak yang dijilat dengan anjing.

Oleh sebab itu, janganlah memberi makan hewan pelihara kita dengan daging mentah dan cucilah tangan dengan sabun setelah menangani makanan hewan pelihara kita, serta periksakan kesehatan hewan pelihara kita ke dokter hewan secara rutin.

Artikel ditulis oleh : Prof. Denny Widaya Lukman