çamaşır kurutma askısı

Produksi Peternakan

Bidang Produksi Peternakan mempunyai tugas pokok menyelenggarakan urusan pemerintahan bidang pangan dan bidang pertanian, sub urusan peternakan, aspek produksi peternakan, meliputi perbibitan, pengembangan usaha serta prasarana dan sarana peternakan. Dalam menyelenggarakan tugas pokok sebagaimana dimaksud, Bidang Produksi Peternakan mempunyai fungsi:

  1. penyelenggaraan pengkajian bahan kebijakan teknis di bidang produksi peternakan;
  2. penyelenggaran fasilitasi peningkatan produksi peternakan;
  3. penyelenggaraan evaluasi dan pelaporan Bidang; dan
  4. penyelenggaraan fungsi lain sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya.

Rincian Tugas Bidang Produksi Peternakan:

  1. menyelenggarakan pengkajian program kerja Bidang Produksi Peternakan;
  2. menyelenggarakan pengkajian bahan kebijakan teknis di bidang produksi peternakan;
  3. menyelenggarkan koordinasi, pembinaandan pengendalian di bidang produksi peternakan;
  4. menyelenggarakan fasilitasi dan pengembangan perbibitan,
  5. menyelenggarakan fasilitasi pengembangan usaha,
  6. menyelenggarakan fasilitasi prasarana dan sarana peternakan;
  7. menyelenggarakan pengkajian bahan perencanaan perbibitan, pengembangan usaha, prasarana dan sarana peternakan;
  8. menyelenggarakan pengkajian bahan pedoman dan kebijakan teknis operasional di bidang produksi peternakan;
  9. menyelenggarakan pengkajian bahan pembinaan dan pengendalian teknis di bidang produksi peternakan;
  10. menyelenggarakan monitoring di bidang produksi peternakan;
  11. menyelenggarakan Tindak Lanjut Laporan Hasil Pemeriksaan lingkup Bidang;
  12. menyelenggarakan pengkajian bahan verifikasi, rekomendasi dan pemantauan terhadap permohonan dan realisasi bantuan keuangan dan hibah/bantuan sosial di bidang produksi peternakan;
  13. menyelenggarakan telaahan staf sebagai bahan pertimbangan pengambilan kebijakan;
  14. menyelenggarakan pengkajian bahan saran pertimbangan mengenai bidang produksi peternakan sebagai bahan perumusan kebijakan Pemerintah Daerah;
  15. menyelenggarakan pengendalian pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Bidang;
  16. menyelenggarakan evaluasi dan pelaporan Dinas;
  17. menyelenggarakan pengkoordinasian dan pembinaan UPTD;dan
  18. menyelenggarakan tugas lain sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya.

Bidang Produksi Peternakan membawahkan:

  1. Seksi Perbibitan;
  2. Seksi Pengembangan Usaha; dan
  3. Seksi Prasarana dan Sarana Peternakan.

A. Seksi Perbibitan

Seksi Perbibitan mempunyai tugas pokok melaksanakanfasilitasi dan pengembanganperbibitan, meliputi fasilitasi, pengelolaan data potensi produksi benih/bibit ternak yang dihasilkan, standardisasi mutu dan sertifikasi, penyusunan bahan pemantauan dan pengawasan penerapan standar teknis mutu benih/bibit, memfasilitasi aspek pembibitan dan budidaya ternak, pengelolaan sumber daya genetik hewan, pengawasan mutu dan peredaran benih ternak, pakan dan hijauan pakan ternak. penyusunan bahan pedoman penerapan standardisasi mutu pakan, labelisasi dan sertifikasi. Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud, Seksi Perbibitan mempunyai fungsi:

  1. pelaksanaanpenyusunan bahan kebijakan teknis di bidang perbibitan;
  2. pelaksanaanfasilitasi dan pengembangan perbibitan;
  3. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan Seksi; dan
  4. pelaksanaan fungsi lain sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya.

Rincian Tugas Seksi Perbibitan:

  1. melaksanakan penyusunan program kerja Seksi Perbibitan;
  2. melaksanakan penyusunan bahan kebijakan teknis di bidang perbibitan;
  3. melaksanakan koordinasi, pembinaan dan pengendalian teknis di bidang perbibitan;
  4. melaksanakan dan memfasilitasi pengembangan bibit ternak, pakan ternak dan budidaya;
  5. melaksanakan pengelolaan data potensi produksi benih/bibit ternak yang dihasilkan serta menyusun bahan kemampuan penyediaan benih/bibit ternak, standardisasi mutu dan sertifikasi;
  6. melaksanakan penyusunan bahan pemantauan dan pengawasan penerapan standar teknis mutu benih/bibit;
  7. melaksanakan penyusunan pedoman dan kebijakan teknis operasional di bidang pelestarian sumber daya genetik hewan (rumpun/galur ternak);
  8. melaksanakan penyusunan bahan pembinaan dan pengendalian teknis di bidang penerapan standardisasi mutu dan pelestarian sumber daya genetik hewan (rumpun/galur ternak);
  9. melaksanakan pengembangan dan pelestarian sumber daya genetik lokal
  10. melaksanakan penyusunan bahan pengendalian dan pertimbangan teknis ijin pemasukan dan pengeluaran benih/bibit ternak dan pakan;
  11. melaksanakan pengelolaan data bahan penyusunan perencanaan kebutuhan penyediaan dan penyaluran pakan konsentrat, bahan baku konsentrat, pakan hijauan dan benih/bibit pakan hijauan;
  12. melaksanakan penyusunan bahan pedoman penerapan standardisasi mutu pakan, labelisasi dan sertifikasi pakan yang beredar serta penggunaan zat adiktif;
  13. melaksanakan pengawasan penerapan standardisasi mutu pakan, labelisasi dan sertifikasi pakan yang beredar serta penggunaan zat adiktif;
  14. melaksanakan pengelolaan data potensi produksi bahan baku, pakan konsentrat, dan hijauan pakan ternak serta teknologi pakan sebagai bahan pembinaan dan pengendalian mutu;
  15. melaksanakan penyusunan bahan pembinaan dan pertimbangan teknis untuk pendaftaran pakan ternak;
  16. melaksanakan monitoring dan evaluasi di bidang perbibitan;
  17. melaksanakan Tindak Lanjut Laporan Hasil Pemeriksaan lingkup Seksi;
  18. melaksanakan penyusunan bahan verifikasi, rekomendasi dan pemantauan terhadap permohonan dan realisasi bantuan keuangan dan hibah/bantuan sosial di bidang produksi peternakan;
  19. melaksanakan telaahan staf sebagai bahan pertimbangan pengambilan kebijakan;
  20. melaksanakan penyusunanbahan saran pertimbangan mengenai perbibitan sebagai bahan penetapan kebijakan Pemerintah Daerah;
  21. melaksanakan pengendalian pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Seksi;
  22. melaksanakan penyusunan bahan pengkoordinasian dan pembinaan UPTD;
  23. melaksanakan evaluasi dan pelaporan Seksi; dan
  24. melaksanakan fungsi lain sesuai dengan tugas dan fungsinya.

B. Seksi Pengembangan Usaha

Seksi Pengembangan Usaha mempunyai tugas pokok melaksanakan fasilitasi pengembangan usaha, meliputipenyusunan bahan pembinaan dan pengawasan jaminan mutu hasil peternakan, kebijakan teknis operasional dan fasilitasi penataan mekanisme pembiayaan, investasi dan promosi peternakan, fasilitasi serta prasarana dan sarana pembiayaan, investasi dan promosi, pembinaan dan pengendalian penerapan standar teknis pengembangan, fasilitasi prasarana dan sarana, pedoman teknis manajemen kelembagaan dan kemitraan, penyusunan bahan dan fasilitasi pembiayaan, investasi dan promosi komoditas peternakan, melaksanakan dan fasilitasi di bidang kelembagaan dan kemitraan, teknologi, alat dan mesin pascapanen dan pengolahan, dan pembiayan, investasi dan promosi serta pengelolaan data kelembagaan dan kemitraan. Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud, Seksi Pengembangan Usaha mempunyai fungsi:

  1. pelaksanaan penyusunan bahan kebijakan teknis di bidang pengembangan usaha;
  2. pelaksanaanfasilitasi pengembangan usaha;
  3. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan Seksi; dan
  4. pelaksanaan fungsi lain sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya.

Rincian Tugas Seksi Pengembangan Usaha:

  1. melaksanakan penyusunan program kerja Seksi Pengembangan Usaha;
  2. melaksanakan penyusunan bahan kebijakan teknis di bidang pengembangan usaha;
  3. melaksanakan penyusunan bahan fasilitasi prasarana dan sarana pascapanen dan pengolahan peternakan;
  4. melaksanakan penyusunan bahan pembinaan dan pengawasan jaminan mutu hasil peternakan;
  5. melaksanakan penyusunan bahan kebijakan teknis operasional dan fasilitasi penataan mekanisme pembiayaan, investasi dan promosi peternakan;
  6. melaksanakan penyusunan bahan fasilitasi serta prasarana dan sarana pembiayaan, investasi dan promosi;
  7. melaksanakan penyusunan bahan pembinaan dan pengendalian penerapan standar teknis pengembangan kelembagaan dan kemitraan;
  8. melaksanakan penyusunan bahan fasilitasi prasarana dan sarana kelembagaan dan kemitraan;
  9. melaksanakan penyusunan bahan pedoman teknis manajemen kelembagaan dan kemitraan;
  10. melaksanakan penyusunan bahan dan fasilitasi pembiayaan, investasi dan promosi komoditas peternakan;
  11. melaksanakan dan fasilitasi di bidang kelembagaan dan kemitraan, teknologi, alat dan mesin pascapanen dan pengolahan, dan pembiayan, investasi dan promosi;
  12. melaksanakan pengelolaan data kelembagaan dan kemitraan;
  13. melaksanakan pengelolaan data pascapanen dan pengolahan peternakan;
  14. melaksanakan penyusunan pedomanteknis teknologi, alat dan mesin pascapanen serta pengolahan peternakan;
  15. melaksanakan pengelolaan data bahan penyusunan pembiayaan, investasi dan promosi peternakan;
  16. melaksanakan monitoring dan evaluasi di bidang pengembangan usaha;
  17. melaksanakan Tindak Lanjut Laporan Hasil Pemeriksaan lingkup Seksi;
  18. melaksanakan penyusunan bahan verifikasi, rekomendasi dan pemantauan terhadap permohonan dan realisasi bantuan keuangan dan hibah/bantuan sosial di bidang produksi peterakan;
  19. melaksanakan telaahan staf sebagai bahan pertimbangan pengambilan kebijakan;
  20. melaksanakan penyusunan bahan saran pertimbangan mengenai pengembangan usaha sebagai bahan penetapan kebijakan Pemerintah Daerah;
  21. melaksanakan pengendalian pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Seksi;
  22. melaksanakan penyusunan bahan pengkoordinasian dan pembinaan UPTD;
  23. melaksanakan evaluasi dan pelaporan Seksi; dan
  24. melaksanakan fungsi lain sesuai dengan tugas dan fungsinya.

 C. Seksi Prasarana dan Sarana Peternakan

Seksi Prasarana dan Sarana Peternakan mempunyai tugas pokok melaksanakan fasilitasi prasarana dan sarana peternakan, meliputi penyusunan bahan kebijakan dan pedoman teknis operasional serta fasilitasidi bidang pemanfaatan kawasan peternakan, padang penggembalaan dan pengelolaan air, padang pengembalaan dan pengelolaan air serta pewilayahan sumber bibit, informasi pasar dan pasar ternak, diseminasi teknologi, melaksanakan dan fasilitasi di bidangkawasan peternakan, pewilayahan sumber bibit, pengelolaan lingkungan peternakan, informasi pasar dan pasar ternak dan diseminasi teknologi, pengelolaan data, hijauan pakan ternak, pewilayahan sumber bibit, pengelolaan lingkungan peternakan, informasi pasar dan pasar ternak, diseminasi, teknologi dan alat mesin peternakan, identifikasi, pengelolaan data potensi kesesuaian agro ekosistem, analisis kawasan peternakan dan dukungan kerjasama pengembangan peternakan sertadiseminasi, pemantauan dan evaluasi pengembangan teknologi dan optimalisasi alat dan mesin (alsin) untuk usaha peternakan. Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud, Seksi Prasarana dan Sarana Peternakan mempunyai fungsi:

  1. pelaksanaan penyusunan bahan kebijakan teknis di bidang prasarana dan sarana peternakan;
  2. pelaksanaanfasiltasi prasarana dan sarana peternakan;
  3. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan Seksi; dan
  4. pelaksanaan fungsi lain sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya.

Rincian Tugas Seksi Prasarana dan Sarana Peternakan:

  1. melaksanakan penyusunan program kerja Seksi Prasarana dan Sarana Peternakan;
  2. melaksanakan penyusunan bahan kebijakan teknis di bidang prasarana dan sarana peternakan;
  3. melaksanakan penyusunan bahan kebijakan dan pedoman teknis operasional di bidang pemanfaatan kawasan peternakan, padang penggembalaan dan pengelolaan air;
  4. melaksanakan penyusunan bahan fasilitasi di bidang pemanfaatan kawasan peternakan, padang pengembalaan dan pengelolaan air serta pewilayahan sumber bibit, informasi pasar dan pasar ternak, diseminasi teknologi;
  5. melaksanakan dan fasilitasi di bidang kawasan peternakan,   pewilayahan sumber bibit, pengelolaan lingkungan peternakan, informasi pasar dan pasar ternak dan diseminasi teknologi;
  6. melaksanakan pengelolaan data sebagai bahan penyusunan perencanaan kebutuhan kawasan budidaya peternakan, hijauan pakan ternak, pewilayahan sumber bibit, pengelolaan lingkungan peternakan, informasi pasar dan pasar ternak, diseminasi, teknologi dan alat mesin peternakan;
  7. melaksanakan identifikasi, pengelolaan data potensi kesesuaian agro ekosistem sebagai bahan penyusunan perencanaan penetapan peta potensi pengembangan kawasan dan usaha   serta usulan penetapan tata ruang peternakan;
  8. melaksanakan analisis kawasan peternakan dan dukungan kerjasama pengembangan peternakan dengan mengoptimalkan sumber daya peternakan lintas Kabupaten;
  9. melaksanakan diseminasi, pemantauan dan evaluasi pengembangan teknologi dan optimalisasi alat dan mesin (alsin) untuk usaha peternakan;
  10. melaksanakan monitoring dan evaluasi di bidang prasarana dan sarana peternakan;
  11. melaksanakan Tindak Lanjut Laporan Hasil Pemeriksaan lingkup Seksi;
  12. melaksanakan penyusunan bahan verifikasi, rekomendasi dan pemantauan terhadap permohonan dan realisasi bantuan keuangan dan hibah/bantuan sosial di bidang produksi peternakan;
  13. melaksanakan telaahan staf sebagai bahan pertimbangan pengambilan kebijakan;
  14. melaksanakan penyusunan bahan saran pertimbangan mengenai prasarana dan sarana peternakan sebagai bahan penetapan kebijakan Pemerintah Daerah;
  15. melaksanakan pengendalian pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Seksi;
  16. melaksanakan penyusunan bahan pengkoordinasian dan pembinaan UPTD;
  17. melaksanakan evaluasi dan pelaporan Seksi; dan
  18. melaksanakan fungsi lain sesuai dengan tugas dan fungsinya.
Bidang Ketersediaan & Distribusi Pangan Bidang Konsumsi dan Pengembangan SDM Bidang Produksi Peternakan Bidang Keswan & Kesmavet