çamaşır kurutma askısı

Kementan Perbaiki Tata Niaga dan Produksi Hasil Peternakan

pekerja-membawa-susu-sapi-hasil-perahan-di-tempat-peternakan-_150915154457-449 (1)

REPUBLIKA.CO.ID, – Kementerian Pertanian berupaya menyetabilkan harga pangan di tanah air termasuk produk peternakan. Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian I Ketut Diarmita mengatakan upaya yang dilakukan diantaranya memperpendek alur distrubusi dan menetapkan harga eceran terendah.

“Kalau untuk unggas kita sebenarnya sudah swasembada, konsumsi sapi saat ini 6,7 persen, telur 85 persen dan ayam 67 persen,” ujar dia, dalam Seminar dan Lokakarya yang diselenggaarakan oleh Dewan Ketahanan Nasional bekerjasama dengan Universitas Andalas dan Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan. Semiloka yang diadakan di Padang,(2/8).

Ia menjelaskan, perbaikan sistem logistik dan rantai pasok untuk komoditas sapi dan daging sapi melalui langkah-langkah antara lain, pengadaan dan operasionalisasi kapal ternak yang didesain memenuhi standar animal welfare, mengubah struktur pasar, meningkatkan harga di peternak dan harga yang lebih rendah di tingkat konsumen. Saat ini dialokasikan subsidi sebesar 80 persen pada tarif muat ternak pada kapal ternak.

“Hal ini diharapkan akan terus mendorong perluasan produksi peternakan dan mencapai swasembada produksi pangan hewani,” ujarnya.

Pemberian subsidi yang tepat guna kepada suatu program rintisan pemerintah merupakan satu instrumen yang perlu diterapkan guna tercapainya program tersebut. Saat ini sedang disiapkan tambahan kapal sebanyak lima unit yang diharapkan dapat beroperasi pada 2018.

Selain memperbaiki tata niaga, produktivitas produk peternakan juga perlu dijaga. Melalui siaran resmi ia menyampaikan, pemerintah tengah berupaya mempercepat peningkatan populasi sapi potong dengan Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (UPSUS SIWAB). Tahun ini, UPSUS SIWAB ditargetkan mencapai 4 juta ekor akseptor dan 3 juta ekor sapi bunting.

Pembangunan Rumah Potong Hewan (RPH) modern di sentra-sentra produksi dan Perbaikan tata laksana dan pengawasan impor juga dilakukan yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan.

Pihakya juga menggandeng TNI dalam pengawalan sapi indukan impor yang saat ini dipelihara oleh kelompok peternak di Provinsi Riau, Sumatera Utara dan Aceh. Selain itu, ia menambahkan , pihaknya juga bekerjasama dengan Polri untuk pengendalian pemotongan betina produktif.

Sumber : http://www.republika.co.id/berita/ekonomi/makro/17/08/07/oub2uh368-kementan-perbaiki-tata-niaga-dan-produksi-hasil-peternakan