logolu peçete
çamaşır kurutma askısı

Kosibo Gandeng Komunitas Jual Beli Menduniakan Singkong

fc3d6390-e25e-4618-a7e4-e61c672ed9bf-660x330

IniOnline.id – Singkong merupakan salah satu tanaman yang kaya akan karbohidrat serta mampu diolah menjadi berbagai jenis makanan. Peluang inilah yang ditangkap oleh Muhammad Ghozali atau yang akrab disapa abah ini memulai bisnis olahan singkong. Saat ini Ghozali diangkat sebagai ketua umum Komunitas Singkong Bogor (Kosibo) yang beranggotakan sekitar 30 orang. Selain itu untuk semakin membesarkan singkong dan olahannya Ghozali berinovasi dengan menggandeng berbagai macam komunitas termasuk komunitas beranda menjual dan membeli (Bejubel). Ghozali mengundang komunitas tersebut di acara workshop pengolahan singkong yang berlokasi di kampung ciranjang, kelurahan pamoyanam, kota Bogor pada senin (26/03/18).

Tampak sekitar tiga puluh orang perwakilan Bejubel hadir pada acara tersebut.
Ghozali menuturkan bahwa produk olahan singkong ini bisa dianeka ragamkan jenis olahannya sehingga merupakan produk yang unik. Ghozali juga menyatakan bahwa tujuan utama digelarnya acara workshop ini selain berbagi ilmu kepada komunitas Bejubel, Ghozali juga ingin meningkatkan kesejahteraan petani. “Tiga tahun kebelakang ini dipamoyanan sudah banyak orang yang sudah tidak mau menanam singkong lagi, tetapi semenjak satu minggu yang lalu penduduk sekitar mulai giat lagi menanam singkong yang nanti jika permintaan banyak saya beli hasil panennya dengan harga diatas pasaran” ujar Ghozali. Ghozali menambahkan, Jika dari sisi pemasaran dukungan dari pemerintah sangat luar biasa bagus, seperti beberapa waktu yang lalu Ghozali diberikan tempat gratis untuk pameran di Jakarta dan dipersilahkan mengisi dengan produk-produk olahan singkong tersebut. “Kalau untuk kesejahteraan petani singkong pemerintah belum memperhatikan, karena kran import masih dibuka untuk tepung singkong” ujar Ghozali. Import memiliki keunggulan dari sisi harga karena disubsidi oleh pemerintah sedangkan petani singkong lokal dibiarkan bertarung sendiri oleh pemerintah. Ghozali juga berharap para petani singkong ini mampu mendapatkan penghasilan yang lebih layak dari hasil bertaninya dibandingkan sekarang. “Usia singkong itu bisa 10 bulan, kalau saja perbulan petani singkong bisa mendapatkan hasil setara upah minimum regional kota Bogor itu akan cukup untuk menghidupi para petani” ujar Ghozali.

Pada acara workshop Kosibo dengan Bejubel ini juga terjadi hal unik dimana presentasi resep olahan yang tadinya hanya direncanakan tiga resep tiba-tiba berkembang menjadi lima belas resep. Founder komunitas Bejubel, Siti Nurlaila atau yang akrab disapa Lela juga menyatakan apresiasinya terhadap acara ini. “Misal member kita nih Iyan punya usaha bakso, nah dia berikir di dalam baksonya mau ada risol singkong, kira-kira inovasi produk seperti itulah maksud kami hadir pada acara ini” ujar Lela. Selain itu Lela juga menambahkan bahwa semua member Bejubel ini sudah memiliki Mall online yang dinamakan Tuquh.com dimana mall online tersebut benar-benar menjadi wadah bagi para penjual untuk memasarkan produknya. “Yang sulit saat ini adalah memasarkan produk, kalau ide semua orang pasti punya ide, maka dari itu saya harap pemerintah menyediakan sarana pemasaran untuk para pengusaha” ujar Lela menutup pembicaraan. (na)

http://inionline.id/2018/03/kosibo-gandeng-komunitas-jual-beli-menduniakan-singkong/