çamaşır kurutma askısı

Revisi Permentan tentang Pengawasan PSAT

PSAT

Guna melindungi masyarakat dari importasi pangan segar asal tumbuhan yang dapat membahayakan kesehatan serta mendukung perkembangan industri makanan dan minuman di dalam negeri maka pemerintah melakukan revisi Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 4 Tahun 2015.

Revisi Permentan tersebut mencakup perubahan judul yang semula “Pengawasan Keamanan Pangan terhadap Pemasukan dan Pengeluaran Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT)” menjadi “Pengawasan Keamanan Pangan terhadap Pemasukan Pangan Segar Asal Tumbuhan”.

Perubahan lainnya yaitu penyederhanaan ruang lingkup pengawasan terdiri dari pengurangan jenis-jenis PSAT yang diawasi dari 103 komoditas menjadi 100 komoditas, penambahan mekanisme pengawasan keamanan pemasukan PSAT, persyaratan pemasukan PSAT dari negara belum diakui atau memiliki laboratorium penguji keamanan PSAT yang belum diregistrasi serta tindakan hasil monitoring terhadap pemasukan PSAT.

“Pada 28 Desember 2016 resmi diundangkan dalam berita lembaran negara dan namanya berubah dari Permentan 04 menjadi Permentan 55,” jelas Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan) Kementan, Banun Harpini.

Menurutnya, secara prinsip perubahannya adalah dari analisis resiko yang ada. Sejumlah komoditi ternyata menurut analisis resiko tidak pernah ditemui hal-hal yang berbahaya atau beresiko seperti kandungan logam berat ataupun pestisida karena merupakan bahan baku industri yang dalam proses pengolahannya nanti industri bersangkutan juga melakukan uji laboratorium dan proses lainnya.

“Dikeluarkannya tiga komoditas yakni kurma, zaitun dan kakao dari daftar Permentan 55 diharapkan bisa menambah ekspor produk-produk turunan kakao,” tutur Banun Harpini menjawab pers, di lokasi Balai Uji Terap Teknik dan Metode Karantina Pertanian, di Bekasi. Tia/Ira

Sumber : http://103.31.233.239/content/read/revisi-permentan-tentang-pengawasan-psat/