çamaşır kurutma askısı

Susu Cegah Risiko Diabetes

25-1500979710-4

Tak banyak yang menyadari bahwa selain kalsium susu mengandung komposisi asam lemak yang unik dan kompleks dibandingkan dengan pangan lainnya yang penting dalam membantu mencegah tubuh dari risiko terpapar penyakit tidak menular.

Anggota Bidang Penelitian dan Pengembangan Gizi, Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI) Dr. Marudut, MPS. mengatakan komposisi asam lemak susu memiliki tiga karakter yang sangat baik. Pertama, susu tersusun atas lebih dari 50 jenis asam lemak. Kedua, selain memiliki kandungan karbon rantai genap, seperti yang dimiliki pangan pada umumnya. Namun, susu juga memiliki rantai ganjil yakni asam pentadecanoat dan asam heptadecanoat yang menjadi indikator konsumsi susu yang bisa terlihat dalam darah. Ketiga, memiliki asam lemak trans yang dihasilkan dengan bantuan enzim bakteri yang terdapat di saluran pencernaan yang alami. Sementara pangan lainnya dihasilkan melalui proses hidrogenasi atau penambahan atom hidrogen.

Marudut menyatakan bahwa segelas susu rata-rata mengandung 3%-4% lemak susu dan dari jumlah lemak tersebut, 90% terdiri dari asam lemak jenuh, 3,7% asam lemak trans, dan 5,3% asam lemak tak jenuh. Asam lemak trans yang ada di dalam susu mempunyai pengaruh yang berbeda terhadap kesehatan manusia dibandingkan asam lemak trans yang ada di produk pangan lain. Penelitian yang dilakukan dalam jangka panjang di Amerika Serikat, yakni 2000 — 2007 menemukan bahwa semakin tinggi sirkulasi asam trans palmitoleat yang terdapat dalam susu akan menurunkan risiko diabetes. Pada konsentrasi yang lebih tinggi juga akan menurunkan risiko diabetes mellitus dua kali lipat.

Kemudian Marudut menambahkan bahwa berdasarkan metaanalisiss pada 73 penelitian juga menunjukkan bahwa kematian karena penyakit jantung kooner tidak berkaitan dengan asam lemak jenuh dan asam lemak trans dari susu tetapi berkaitan dengan asam lemak trans dari pangan hasil hidrogenasi.

Adapun susu yang dimaksud di sini adalah susu cair, bukan susu skim ataupun susu kental manis. Hingga saat ini belum ada standar yang pasti terkait frekuensi yang baik untuk minum susu.

 

Dikutip dari :

http://lifestyle.bisnis.com/read/20171205/106/715332/susu-cegah-risiko-diabetes-