Hero section image background

8 Ekor Sapi Pasundan Untuk Peternak Pangandaran, DKPP Jabar Dorong Peternakan Berkelanjutan

Selasa, 18 Agustus 2026

Peternakan

20

Postingan ini dilihat

0

Postingan ini dibagikan

Poster post 8 Ekor Sapi Pasundan Untuk Peternak Pangandaran, DKPP Jabar Dorong Peternakan Berkelanjutan

Pangandaran, 12 Agustus 2026 — Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Provinsi Jawa Barat terus memperkuat pengembangan peternakan rakyat melalui penyediaan dan penyebaran bibit ternak berkualitas. Salah satu langkah tersebut diwujudkan melalui kegiatan Penyebaran Bibit Ternak Sapi Potong Tahun 2026 yang dilaksanakan di Halaman Kantor Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, Rabu (12/08/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk mendorong peningkatan populasi ternak, memperbaiki mutu genetik, sekaligus memperkuat kapasitas peternak dalam mengembangkan usaha peternakan yang produktif dan berkelanjutan.

Kepala DKPP Provinsi Jawa Barat hadir langsung dalam kegiatan tersebut didampingi Kepala UPTD Balai Pengembangan Perbibitan Inseminasi Buatan Ternak Sapi Potong (BPPIBTSP) Ciamis dan Kepala UPTD Balai Pengembangan Perbibitan Ternak Unggas (BPPTU) Jatiwangi. Kegiatan juga turut dihadiri oleh Bupati Pangandaran beserta jajaran Pemerintah Kabupaten Pangandaran.

Penyerahan bantuan bibit ternak secara simbolis dilakukan oleh Bupati Pangandaran bersama Kepala DKPP Provinsi Jawa Barat kepada kelompok peternak penerima. Penyerahan ini menjadi simbol komitmen bersama antara pemerintah provinsi dan pemerintah daerah dalam memperkuat pembangunan subsektor peternakan di Kabupaten Pangandaran.

 

Delapan Sapi Pasundan untuk Kelompok Ternak Tirta Mulya

Salah satu penerima manfaat dalam kegiatan tersebut adalah Kelompok Ternak Tirta Mulya, Dusun Sukasari, Desa Sukanegara, Kecamatan Padaherang. Kelompok ternak tersebut menerima bantuan sebanyak 8 ekor sapi Pasundan, yang terdiri atas 6 ekor sapi betina dan 2 ekor sapi jantan.

Bibit sapi Pasundan tersebut merupakan hasil produksi UPTD BPPIBTSP Ciamis, salah satu unit pelaksana teknis DKPP Provinsi Jawa Barat yang memiliki peran dalam pengembangan perbibitan ternak sapi potong.

Sapi Pasundan merupakan salah satu sumber daya genetik ternak lokal Jawa Barat yang memiliki nilai strategis dalam pengembangan peternakan daerah. Penyebaran bibit sapi Pasundan kepada kelompok peternak menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan plasma nutfah lokal sekaligus meningkatkan populasi dan ketersediaan sumber bibit ternak berkualitas.

Komposisi ternak yang diberikan diharapkan dapat mendukung pengembangan usaha pembibitan di tingkat kelompok. Dengan pengelolaan yang baik, sapi betina dapat dikembangkan sebagai indukan, sementara sapi jantan dapat dimanfaatkan dalam pengembangan populasi dan peningkatan kualitas ternak.

 

Tidak Hanya Sapi, Domba dan Ayam Sentul Juga Disalurkan

Penguatan peternakan rakyat di Pangandaran tidak hanya dilakukan melalui penyebaran bibit sapi Pasundan. Pada kesempatan yang sama, Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga menyalurkan bantuan berbagai jenis ternak kepada sejumlah kelompok peternak di Kabupaten Pangandaran.

Bantuan tersebut berupa ternak domba hasil produksi UPTD BPPTDK Margawati serta pullet ayam Sentul hasil produksi UPTD BPPTU Jatiwangi.

Penyaluran berbagai komoditas ternak tersebut menunjukkan bahwa pengembangan peternakan rakyat dilakukan secara menyeluruh dengan memanfaatkan potensi dan sumber daya genetik ternak yang dikembangkan oleh unit-unit pelaksana teknis DKPP Provinsi Jawa Barat.

Domba hasil produksi UPTD BPPTDK Margawati diharapkan dapat mendukung pengembangan populasi dan produktivitas ternak domba di tingkat kelompok. Sementara itu, pullet ayam Sentul yang berasal dari UPTD BPPTU Jatiwangi menjadi bagian dari upaya pengembangan unggas lokal Jawa Barat yang memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai sumber protein hewani sekaligus komoditas ekonomi bagi masyarakat.

 

Dorong Peternakan Rakyat yang Mandiri dan Berkelanjutan

Penyebaran bibit ternak merupakan salah satu strategi penting dalam membangun subsektor peternakan yang kuat. Bantuan ternak tidak hanya dipandang sebagai pemberian aset kepada kelompok, tetapi juga sebagai investasi pemerintah untuk mendorong berkembangnya usaha peternakan rakyat.

Melalui penyediaan bibit ternak berkualitas, peternak diharapkan memiliki modal awal untuk mengembangkan populasi ternak secara bertahap. Selanjutnya, pengelolaan ternak yang baik, penerapan manajemen pemeliharaan, kesehatan hewan, serta pencatatan dan seleksi ternak menjadi faktor penting untuk memastikan bantuan tersebut memberikan hasil yang optimal.

 

Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga berharap ternak yang disalurkan dapat dipelihara dan dikembangkan secara optimal oleh kelompok penerima sehingga tidak berhenti sebagai bantuan semata, tetapi dapat berkembang menjadi sumber bibit dan produksi ternak secara berkelanjutan.

Dalam jangka panjang, berkembangnya populasi dan produktivitas ternak di tingkat peternak rakyat diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi protein hewani, memperkuat ketahanan pangan daerah, sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan masyarakat.

 

Perkuat Kolaborasi Pemerintah dan Peternak

Keberhasilan program penyebaran bibit ternak membutuhkan sinergi berbagai pihak. Pemerintah provinsi memiliki peran dalam penyediaan bibit berkualitas dan dukungan teknis, sementara pemerintah kabupaten, pemerintah desa, serta kelompok peternak memiliki peran penting dalam memastikan ternak dipelihara dan dikembangkan dengan baik.

Kolaborasi tersebut menjadi semakin penting karena pembangunan peternakan tidak dapat dilakukan secara instan. Pengembangan populasi ternak membutuhkan proses, konsistensi, manajemen pemeliharaan, serta komitmen dari para peternak.

Karena itu, bantuan bibit ternak yang disalurkan kepada kelompok peternak di Pangandaran diharapkan dapat menjadi titik awal untuk membangun usaha peternakan yang lebih produktif. Kelompok penerima diharapkan mampu menjaga ternak, meningkatkan populasi, serta mengembangkan hasil usaha secara berkelanjutan sehingga manfaat program dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Selain memberikan dampak ekonomi, pengembangan ternak lokal juga memiliki nilai strategis dalam menjaga keberadaan sumber daya genetik ternak Jawa Barat. Sapi Pasundan, domba, dan ayam Sentul merupakan bagian dari potensi peternakan lokal yang perlu terus dikembangkan dan dilestarikan agar tetap memberikan manfaat bagi generasi mendatang.

 

Menuju Peternakan Rakyat yang Maju dan Produktif

Melalui kegiatan Penyebaran Bibit Ternak Sapi Potong Tahun 2026 di Kabupaten Pangandaran, Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat kembali menegaskan komitmennya untuk menjadikan peternakan rakyat sebagai salah satu kekuatan dalam pembangunan ekonomi dan ketahanan pangan daerah.

Penyebaran bibit sapi Pasundan, domba, dan ayam Sentul menjadi langkah konkret untuk meningkatkan populasi ternak sekaligus memperkuat fondasi usaha peternakan berbasis masyarakat.

Ke depan, sinergi antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kabupaten Pangandaran, pemerintah desa, kelompok ternak, serta para pemangku kepentingan lainnya diharapkan terus diperkuat. Dengan kolaborasi yang konsisten, bantuan ternak dapat berkembang menjadi aset produktif yang memberikan manfaat ekonomi bagi peternak dan masyarakat.

Program ini diharapkan mampu mendorong terwujudnya peternakan rakyat yang maju, mandiri, produktif, berdaya saing, dan berkelanjutan, sekaligus berkontribusi terhadap peningkatan ketersediaan protein hewani dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Pangandaran.

Penulis: DKPP Jabar