Hero section image background

Bersama Menguatkan, Hadir Untuk Kampung Adat Ciptamulya DKPP Jabar Salurkan 2.934 Kg Beras CPPD Bagi 163 Jiwa Terdampak Kebakaran

Senin, 24 Agustus 2026

Ketahanan Pangan

16

Postingan ini dilihat

1

Postingan ini dibagikan

Poster post Bersama Menguatkan, Hadir Untuk Kampung Adat Ciptamulya DKPP Jabar Salurkan 2.934 Kg Beras CPPD Bagi 163 Jiwa Terdampak Kebakaran

Musibah kebakaran yang menimpa masyarakat di Kampung Adat Ciptamulya, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, menjadi duka bersama. Di tengah kondisi sulit yang dihadapi warga terdampak, Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus berupaya memastikan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya kebutuhan pangan, tetap terpenuhi.

 

Sebagai bentuk kepedulian dan respons pemerintah terhadap masyarakat terdampak bencana, Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Provinsi Jawa Barat menyalurkan bantuan pangan berupa 2.934 kilogram beras Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) bagi 163 jiwa terdampak.

 

Penyaluran bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memberikan dukungan langsung kepada masyarakat yang tengah menghadapi masa-masa sulit pascakebakaran, sekaligus memastikan ketersediaan pangan bagi warga tetap terjaga selama proses penanganan dan pemulihan berlangsung.

 

Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan oleh Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat kepada perwakilan masyarakat terdampak di Kampung Adat Ciptamulya.

 

Pada kesempatan tersebut, Sekretaris DKPP Provinsi Jawa Barat menyampaikan bahwa bantuan pangan merupakan bentuk kehadiran dan kepedulian pemerintah kepada masyarakat yang sedang menghadapi musibah.

 

“Kami hadir untuk memastikan kebutuhan pangan masyarakat terdampak tetap terpenuhi. Bantuan beras CPPD ini merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Provinsi Jawa Barat kepada warga Kampung Adat Ciptamulya yang sedang menghadapi masa sulit akibat musibah kebakaran. Mudah-mudahan bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat dan menjadi bagian dari dukungan selama proses pemulihan berlangsung,” ujar Sekretaris DKPP Jabar.

 

Ia menambahkan, penanganan masyarakat terdampak bencana membutuhkan sinergi dan kolaborasi dari berbagai pihak. Pemerintah, menurutnya, akan terus berupaya memberikan dukungan sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan kondisi di lapangan.

 

“Dalam kondisi seperti ini, yang paling penting adalah memastikan masyarakat tidak merasa sendiri. Pemerintah bersama seluruh unsur terkait akan terus berkoordinasi agar kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi dengan baik. Kami berharap warga diberikan kekuatan dan ketabahan untuk melalui masa pemulihan ini,” katanya.

 

Pemenuhan kebutuhan pangan menjadi salah satu aspek penting dalam penanganan masyarakat terdampak bencana. Ketika sebagian warga kehilangan tempat tinggal maupun berbagai kebutuhan pokok akibat musibah, ketersediaan pangan menjadi kebutuhan mendesak yang harus segera mendapatkan perhatian.

 

Melalui pemanfaatan Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD), Pemerintah Provinsi Jawa Barat berupaya memastikan masyarakat terdampak tetap memperoleh akses terhadap pangan. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan konsumsi sehari-hari sekaligus meringankan beban pengeluaran keluarga selama berada dalam kondisi darurat.

 

Penyaluran bantuan pangan ini juga menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam memperkuat ketahanan pangan masyarakat, termasuk dalam situasi kedaruratan dan pascabencana. Cadangan pangan pemerintah memiliki peran strategis sebagai salah satu instrumen intervensi ketika masyarakat menghadapi kondisi yang dapat mengganggu akses terhadap pangan.

 

Bagi masyarakat Kampung Adat Ciptamulya, bantuan tersebut diharapkan tidak hanya memberikan manfaat secara langsung, tetapi juga menjadi pesan bahwa pemerintah hadir bersama masyarakat dalam menghadapi setiap tantangan.

 

Kampung Adat Ciptamulya merupakan bagian dari kekayaan sosial dan budaya Jawa Barat. Karena itu, musibah yang menimpa masyarakat setempat menjadi perhatian bersama, tidak hanya dalam aspek pemenuhan kebutuhan dasar, tetapi juga dalam mendukung proses pemulihan kehidupan masyarakat.

 

Penanganan pascabencana tentunya membutuhkan waktu dan dukungan berbagai pihak. Sinergi antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kabupaten Sukabumi, pemerintah desa, unsur kewilayahan, serta masyarakat menjadi penting agar proses pemulihan dapat berjalan secara terpadu dan berkelanjutan.

 

Melalui bantuan pangan yang disalurkan, pemerintah berharap masyarakat dapat sedikit terbantu dalam melewati masa-masa sulit setelah terjadinya kebakaran. Bantuan ini juga menjadi bagian dari langkah awal untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap mendapatkan perhatian selama proses pemulihan.

 

Lebih dari sekadar bantuan berupa beras, kehadiran pemerintah di tengah masyarakat terdampak merupakan bentuk solidaritas dan kepedulian. Semangat gotong royong menjadi kekuatan penting untuk membantu masyarakat bangkit dan kembali menjalani kehidupan secara bertahap.

 

Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyampaikan simpati dan keprihatinan yang mendalam kepada seluruh masyarakat Kampung Adat Ciptamulya yang terdampak musibah kebakaran.

 

Dukungan dan doa terbaik terus dipanjatkan agar seluruh warga diberikan kekuatan, ketabahan, kesehatan, serta kemudahan dalam menjalani proses pemulihan.

 

Semoga bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat dan meringankan beban masyarakat, serta menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk memulihkan kondisi Kampung Adat Ciptamulya.

 

Penulis: DKPP Jabar