Hero section image background

Pemprov Jabar Intensifkan Monitoring Stok Dan Harga Pangan Di Pasar Kosambi Jelang Ramadhan Dan Idul Fitri

Minggu, 15 Maret 2026

Ketahanan Pangan

155

Postingan ini dilihat

1

Postingan ini dibagikan

Poster post Pemprov Jabar Intensifkan Monitoring Stok Dan Harga Pangan Di Pasar Kosambi Jelang Ramadhan Dan Idul Fitri

Bandung, Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus memperkuat langkah pengamanan ketersediaan dan stabilitas harga pangan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadhan dan Idul Fitri 1447 H/2026. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui kegiatan monitoring langsung ke sejumlah pusat distribusi dan perdagangan bahan pokok di Kota Bandung, Sabtu (14/03/2026).

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat (DKPP Jabar) Linda Al Amin melaksanakan pemantauan di beberapa titik strategis, salah satunya di Pasar Kosambi. Pasar tradisional tersebut menjadi salah satu pusat perdagangan bahan pangan yang memiliki peran penting dalam distribusi kebutuhan pokok masyarakat di Kota Bandung.

Kegiatan monitoring ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan stok berbagai komoditas pangan utama serta memantau perkembangan harga di tingkat pedagang. Langkah ini dilakukan guna menjaga agar pasokan tetap mencukupi dan harga bahan pokok tetap stabil serta terjangkau oleh masyarakat selama periode meningkatnya permintaan menjelang bulan suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan dari Badan Pangan Nasional, unsur Satuan Tugas Pangan dari Kepolisian Daerah Jawa Barat, serta perwakilan Perum Bulog Kantor Wilayah Jawa Barat. Kehadiran berbagai pihak tersebut menunjukkan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan BUMN pangan dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan.

Selama peninjauan, rombongan melakukan dialog langsung dengan para pedagang untuk memperoleh informasi terkait kondisi pasokan, harga komoditas, serta kendala yang dihadapi dalam proses distribusi. Beberapa komoditas yang menjadi perhatian dalam pemantauan di antaranya beras, gula pasir, minyak goreng, daging ayam, telur ayam, serta berbagai bahan pangan pokok lainnya yang mengalami peningkatan permintaan menjelang hari besar keagamaan.

Kepala DKPP Jabar menyampaikan bahwa kegiatan monitoring ini merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan selama Ramadhan hingga Idul Fitri. Menurutnya, pengawasan secara langsung di pasar tradisional maupun di jalur distribusi menjadi langkah penting untuk memastikan pasokan tetap tersedia dan harga tidak mengalami lonjakan yang signifikan.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana evaluasi bagi pemerintah dalam mengidentifikasi potensi gangguan pasokan maupun distribusi pangan sejak dini. Dengan demikian, langkah-langkah antisipatif dapat segera dilakukan apabila ditemukan indikasi kelangkaan komoditas atau kenaikan harga yang tidak wajar di pasar.

Melalui sinergi yang kuat antara berbagai pemangku kepentingan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat berharap stabilitas pasokan dan harga pangan dapat terus terjaga. Upaya ini sekaligus memastikan masyarakat dapat memperoleh bahan kebutuhan pokok dengan harga yang stabil, pasokan yang cukup, serta akses yang mudah sepanjang momentum Ramadhan dan Idul Fitri tahun 2026.

Penulis: DKPP Jabar