Hero section image background

Perkuat Peternak Rakyat , 195 Ekor Pullet Disalurkan Ke Bandung Barat

Senin, 10 Agustus 2026

Peternakan

22

Postingan ini dilihat

1

Postingan ini dibagikan

Poster post Perkuat Peternak Rakyat , 195 Ekor Pullet Disalurkan Ke Bandung Barat

Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) terus memperkuat pengembangan peternakan rakyat sebagai salah satu fondasi penting dalam menjaga ketersediaan pangan asal hewan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Komitmen tersebut salah satunya diwujudkan melalui UPTD Balai Pengembangan Perbibitan Ternak Unggas Jatiwangi DKPP Provinsi Jawa Barat yang menyalurkan bantuan sarana dan prasarana peternakan kepada Kelompok Ternak Sauyunan, Kabupaten Bandung Barat.

Bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kapasitas produksi peternak melalui penyediaan bibit ternak, pakan, dukungan kesehatan hewan, serta fasilitas pembibitan yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh kelompok.

Dalam kegiatan tersebut, bantuan yang disalurkan terdiri atas 195 ekor ayam pullet, Obat, Vaksin, dan Kimia (OVK), pakan sebanyak 1,4 ton, serta sarana pendukung pembibitan berupa satu unit mesin tetas setter berkapasitas 1.500 butir dan satu unit mesin tetas hatcher berkapasitas 500 butir.

Dorong Produktivitas dan Kemandirian Peternak

Penyaluran bantuan tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan jumlah populasi ternak, tetapi juga diarahkan untuk membangun sistem usaha peternakan yang lebih produktif dan mandiri.

Sebanyak 195 ekor pullet yang disalurkan diharapkan dapat menjadi modal awal pengembangan populasi ayam petelur pada Kelompok Ternak Sauyunan. Dengan manajemen pemeliharaan yang baik, ternak tersebut diharapkan mampu menghasilkan produksi telur secara optimal sekaligus menjadi sumber pendapatan bagi anggota kelompok.

Ketersediaan pakan sebanyak 1,4 ton juga menjadi bagian penting dalam mendukung performa ternak. Pakan merupakan salah satu komponen utama dalam usaha ayam petelur karena berpengaruh langsung terhadap pertumbuhan, kesehatan, produktivitas, serta efisiensi usaha.

Dukungan Obat, Vaksin, dan Kimia (OVK) turut diberikan untuk membantu kelompok dalam menjaga kesehatan ternak dan menerapkan manajemen kesehatan yang lebih baik. Kondisi kesehatan ternak yang terjaga menjadi salah satu prasyarat penting untuk mempertahankan produktivitas dan kualitas hasil produksi.

 

Perkuat Sistem Pembibitan di Tingkat Kelompok

Selain bantuan ternak dan pakan, DKPP Provinsi Jawa Barat melalui UPTD Balai Pengembangan Perbibitan Ternak Unggas Jatiwangi juga memberikan dukungan berupa sarana pembibitan.

Bantuan berupa mesin tetas setter berkapasitas 1.500 butir dan mesin tetas hatcher berkapasitas 500 butir diharapkan dapat meningkatkan kemampuan kelompok dalam melakukan proses penetasan telur secara lebih terencana.

Keberadaan sarana tersebut membuka peluang bagi kelompok untuk tidak hanya bergerak pada aspek produksi telur konsumsi, tetapi juga mengembangkan kemampuan pembibitan secara bertahap.

Penguatan fasilitas pembibitan di tingkat kelompok diharapkan dapat menciptakan siklus usaha yang lebih berkelanjutan. Kelompok memiliki peluang untuk mengembangkan populasi ternak secara mandiri, sehingga ketergantungan terhadap pengadaan bibit dari luar dapat dikurangi.

Dalam jangka panjang, pengembangan sistem pembibitan berbasis kelompok juga diharapkan dapat memperkuat ketersediaan bibit unggas berkualitas di tingkat masyarakat.

 

 

 

Bagian dari Penguatan Peternakan Rakyat

Pengembangan peternakan rakyat memiliki posisi strategis dalam pembangunan sektor peternakan Jawa Barat. Peternak skala kecil dan kelompok ternak menjadi bagian penting dalam menjaga kesinambungan produksi pangan asal hewan sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat di wilayah perdesaan.

Karena itu, intervensi pemerintah tidak hanya berupa pemberian bantuan, tetapi juga perlu diarahkan pada peningkatan kapasitas dan kemandirian kelompok.

Melalui bantuan ternak, pakan, OVK, dan sarana pembibitan, Kelompok Ternak Sauyunan diharapkan mampu mengembangkan usaha secara bertahap dengan menerapkan prinsip manajemen peternakan yang baik.

Pemanfaatan bantuan juga diharapkan dapat menjadi stimulan bagi kelompok untuk meningkatkan kelembagaan, pencatatan usaha, pengelolaan populasi ternak, manajemen pakan, biosekuriti, serta pengembangan jaringan pemasaran hasil produksi.

Dengan demikian, bantuan yang diberikan tidak berhenti sebagai dukungan jangka pendek, tetapi dapat berkembang menjadi aset produktif yang memberikan manfaat ekonomi dalam jangka panjang.

 

Tingkatkan Produksi Telur untuk Mendukung Ketahanan Pangan

Telur ayam merupakan salah satu sumber protein hewani yang relatif mudah diperoleh dan memiliki peran penting dalam pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat.

Peningkatan kapasitas produksi telur di tingkat peternak rakyat menjadi salah satu langkah yang dapat berkontribusi terhadap penguatan ketersediaan pangan asal hewan.

Melalui pengembangan populasi ayam petelur, peningkatan kualitas manajemen pemeliharaan, serta dukungan sarana pembibitan, produktivitas kelompok diharapkan terus meningkat.

Produksi yang meningkat dan berkelanjutan juga dapat membuka peluang pemasaran yang lebih luas sehingga memberikan nilai tambah bagi peternak.

Pada saat yang sama, penguatan produksi lokal dapat membantu membangun sistem pangan yang lebih tangguh dengan melibatkan peternak sebagai bagian utama dari rantai pasok pangan asal hewan.

 

Mendorong Peternakan yang Mandiri dan Berkelanjutan

Penyaluran bantuan kepada Kelompok Ternak Sauyunan merupakan bagian dari upaya membangun peternakan rakyat yang tidak hanya produktif, tetapi juga mampu berkembang secara mandiri.

Keberlanjutan program sangat bergantung pada kemampuan kelompok dalam mengelola bantuan, menjaga kesehatan ternak, melakukan reproduksi dan pembibitan secara tepat, mengoptimalkan penggunaan pakan, serta mengembangkan pemasaran hasil produksi.

Karena itu, pendampingan dan pembinaan menjadi bagian penting untuk memastikan bantuan dapat dimanfaatkan secara optimal.

UPTD Balai Pengembangan Perbibitan Ternak Unggas Jatiwangi sebagai unit teknis DKPP Provinsi Jawa Barat memiliki peran strategis dalam memberikan dukungan teknis dan pengembangan perbibitan ternak unggas kepada masyarakat.

Sinergi antara pemerintah daerah dan kelompok peternak diharapkan dapat menciptakan ekosistem peternakan yang semakin kuat, mulai dari penyediaan bibit, pemeliharaan, kesehatan ternak, produksi, hingga pemasaran.

 

Dari Bantuan Menjadi Investasi Produktif

Bantuan 195 ekor pullet beserta sarana pendukung yang diberikan kepada Kelompok Ternak Sauyunan diharapkan dapat menjadi investasi produktif bagi kelompok.

Keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah bantuan yang disalurkan, tetapi juga dari sejauh mana bantuan tersebut mampu meningkatkan produktivitas, memperkuat kelembagaan kelompok, menciptakan nilai ekonomi, serta memberikan manfaat berkelanjutan bagi anggota peternak.

Melalui pengelolaan yang baik, populasi ternak dapat berkembang, produksi telur meningkat, dan usaha peternakan kelompok dapat menjadi sumber pendapatan yang lebih stabil.

Pada akhirnya, penguatan peternak rakyat merupakan bagian integral dari upaya Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam membangun sistem peternakan yang tangguh sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

Melalui kolaborasi, pembinaan, penerapan teknologi, dan penguatan sarana produksi, peternakan rakyat diharapkan semakin mampu menghadapi berbagai tantangan sekaligus menangkap peluang ekonomi yang tersedia.

Penyaluran bantuan kepada Kelompok Ternak Sauyunan menjadi salah satu langkah nyata dalam perjalanan tersebut.

 

Bersama membangun peternakan Jawa Barat yang maju, mandiri, produktif, dan berkelanjutan untuk mewujudkan Jawa Barat Istimewa.

Penulis: DKPP Jabar