Hero section image background

DKPP Jabar Awasi Keamanan Pangan Di Pasar Modern Batununggal, Seluruh Sampel Dinyatakan Aman

Kamis, 12 Maret 2026

Ketahanan Pangan

79

Postingan ini dilihat

1

Postingan ini dibagikan

Poster post DKPP Jabar Awasi Keamanan Pangan Di Pasar Modern Batununggal, Seluruh Sampel Dinyatakan Aman

Bandung — Dalam upaya memastikan keamanan, mutu, serta kelayakan konsumsi pangan bagi masyarakat, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Provinsi Jawa Barat melalui Bidang Konsumsi dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia bersama UPTD Balai Pengawasan Mutu Keamanan Pangan melaksanakan kegiatan pemantauan harga serta pengawasan keamanan pangan segar di Pasar Modern Batununggal, Kota Bandung (6/3/2026).

Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah antisipatif untuk memastikan bahwa pangan yang beredar di pasar modern tetap memenuhi standar keamanan pangan yang ditetapkan, sehingga masyarakat dapat memperoleh bahan pangan yang aman, sehat, dan layak konsumsi. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya penguatan sistem pengawasan pangan di daerah serta menjaga stabilitas kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pangan yang tersedia di pasaran.

Pengawasan pangan tersebut dilaksanakan secara terpadu dengan melibatkan berbagai pihak. Turut hadir dalam kegiatan ini tim dari Badan Pangan Nasional serta Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Bandung. Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah ini menjadi bentuk kolaborasi dalam memperkuat sistem pengawasan keamanan pangan, sekaligus meningkatkan efektivitas pengendalian mutu pangan di tingkat distribusi.

Dalam pelaksanaannya, tim melakukan pengawasan terhadap sejumlah komoditas pangan strategis yang dijual oleh pedagang di Pasar Modern Batununggal. Pemeriksaan dilakukan melalui metode pengambilan sampel dari beberapa kios dan pedagang yang menjual komoditas pangan segar.

Secara keseluruhan, terdapat 11 sampel pangan yang diambil untuk dilakukan pengujian. Sampel tersebut terdiri dari berbagai komoditas pangan segar asal tumbuhan serta produk pangan asal hewan yang umum dikonsumsi masyarakat.

Pengujian dilakukan dengan memperhatikan beberapa parameter penting yang berpotensi memengaruhi keamanan pangan. Untuk komoditas pangan segar asal tumbuhan, pengujian difokuskan pada kandungan residu pestisida, khususnya golongan organofosfat, serta kandungan logam berat timbal (Pb). Sementara itu, pada komoditas pangan asal hewan, khususnya daging ayam, dilakukan pengujian terhadap kemungkinan adanya kandungan formalin yang dilarang digunakan dalam pangan.

Hasil pengujian menunjukkan bahwa seluruh sampel yang diperiksa memenuhi standar keamanan pangan. Sebanyak sembilan sampel pangan segar asal tumbuhan dinyatakan negatif residu pestisida organofosfat serta tidak mengandung logam berat timbal dengan hasil pengujian sebesar 0 ppb. Sementara itu, dua sampel daging ayam yang diuji juga menunjukkan hasil negatif formalin.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa komoditas pangan yang beredar di Pasar Modern Batununggal berada dalam kondisi aman dan layak untuk dikonsumsi masyarakat. Hasil ini sekaligus menjadi indikator bahwa praktik penanganan dan distribusi pangan di pasar tersebut telah berjalan dengan baik sesuai dengan ketentuan keamanan pangan.

Melalui kegiatan pengawasan ini, DKPP Provinsi Jawa Barat menegaskan komitmennya dalam menjaga kualitas serta keamanan pangan yang beredar di masyarakat. Pengawasan rutin akan terus dilakukan di berbagai pasar tradisional maupun modern sebagai langkah preventif untuk melindungi konsumen dari potensi pangan yang tidak memenuhi standar keamanan.

Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran para pelaku usaha pangan, termasuk pedagang dan distributor, agar senantiasa menjaga kualitas produk yang dijual kepada masyarakat. Dengan demikian, masyarakat dapat merasa lebih aman dan nyaman dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.

Upaya pengawasan yang berkelanjutan ini menjadi bagian penting dari strategi pemerintah dalam mewujudkan sistem pangan yang aman, sehat, dan berkualitas, sekaligus mendukung ketahanan pangan di Provinsi Jawa Barat.

Penulis: DKPP Jabar