
Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Provinsi Jawa Barat terus mendorong penguatan sistem pangan berkelanjutan melalui berbagai langkah strategis, salah satunya melalui implementasi penyelamatan pangan berbasis ekonomi sirkular. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan kunjungan kerja Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribusi DKPP Provinsi Jawa Barat ke SPPG Cileunyi Cimekar 1 dalam rangka meninjau langsung implementasi pengelolaan sisa pangan yang telah diterapkan di lokasi tersebut.
Kegiatan peninjauan dilaksanakan sebagai bagian dari upaya memastikan pelaksanaan penyelamatan pangan dapat berjalan secara optimal dan berkelanjutan, sekaligus mendorong penerapan pola pengelolaan pangan yang lebih efisien, bernilai ekonomi, dan ramah lingkungan.
Di SPPG Cileunyi Cimekar 1, implementasi penyelamatan pangan dilakukan melalui penerapan prinsip ekonomi sirkular yang diwujudkan dalam budidaya MAZOLISA (Magot, Azola, Lele, dan Sayuran). Konsep tersebut menjadi salah satu inovasi pengelolaan sisa pangan yang tidak hanya berorientasi pada pengurangan limbah, tetapi juga menghasilkan nilai tambah ekonomi dan manfaat lingkungan.
Penerapan MAZOLISA memanfaatkan sisa pangan sebagai bagian dari siklus pemanfaatan sumber daya secara berkelanjutan. Magot dimanfaatkan sebagai pengurai bahan organik sekaligus sumber pakan alternatif, azola dimanfaatkan sebagai sumber pakan ternak dan perikanan, budidaya lele menjadi bagian dari penguatan ketahanan pangan, sementara pengembangan tanaman sayuran mendukung pemanfaatan hasil budidaya yang lebih produktif.
Penerapan konsep tersebut sejalan dengan Peraturan BGN Nomor 1 Tahun 2026 tentang Sisa Pangan yang menekankan pentingnya upaya pencegahan timbulnya sisa pangan, penyelamatan pangan yang masih layak konsumsi, serta pengelolaan sisa pangan secara bertanggung jawab dan berkelanjutan.
Dalam kegiatan peninjauan tersebut, Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribusi DKPP Provinsi Jawa Barat meninjau secara langsung berbagai tahapan pengelolaan sisa pangan yang diterapkan di lingkungan SPPG Cileunyi Cimekar 1, mulai dari proses pencegahan timbulnya sisa pangan, mekanisme penyelamatan pangan yang masih layak konsumsi, hingga pelaksanaan pendataan sisa pangan yang dilakukan secara tertib dan berkelanjutan.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya memastikan implementasi kebijakan pengelolaan sisa pangan dapat berjalan secara efektif serta memberikan dampak nyata terhadap penguatan sistem pangan yang lebih berkelanjutan.
Selain menjadi bentuk pengawasan terhadap implementasi kebijakan, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran dan penguatan praktik baik dalam pengelolaan pangan berkelanjutan yang dapat direplikasi di berbagai wilayah lainnya.
Konsep ekonomi sirkular dalam pengelolaan pangan dinilai memiliki peran penting dalam menjawab berbagai tantangan sistem pangan saat ini, mulai dari tingginya potensi kehilangan dan pemborosan pangan, keterbatasan sumber daya, hingga kebutuhan untuk menciptakan sistem produksi dan konsumsi yang lebih bertanggung jawab.
Melalui pendekatan ekonomi sirkular, sisa pangan yang sebelumnya berpotensi menjadi limbah dapat diolah kembali menjadi sumber daya yang bermanfaat dan bernilai ekonomi. Pendekatan tersebut sekaligus mendukung upaya pengurangan beban lingkungan serta peningkatan efisiensi pemanfaatan sumber daya pangan.
Kegiatan peninjauan tersebut turut dihadiri oleh perwakilan Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Bandung sebagai bentuk sinergi dan kolaborasi lintas sektor dalam mendukung implementasi pengelolaan pangan berkelanjutan di daerah.
DKPP Provinsi Jawa Barat terus mendorong berbagai inovasi dan penguatan kolaborasi dalam mendukung terwujudnya sistem pangan yang tangguh, efisien, dan berkelanjutan. Pengelolaan pangan yang baik tidak hanya menjadi bagian dari upaya menjaga ketersediaan pangan, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan daerah di tengah berbagai tantangan global.
Melalui penerapan konsep ekonomi sirkular dalam pengelolaan sisa pangan, diharapkan dapat tercipta sistem pangan yang lebih efisien, berkelanjutan, serta mampu memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan secara berimbang, sehingga mendukung terwujudnya ketahanan pangan yang kuat dan berkelanjutan di Jawa Barat.
Penulis: DKPP Jabar



